Archive for December, 2005

Puisi Untuk BunDa

Thursday, December 22nd, 2005

Dalam setiap irama tubuhmu kau selalu menyapa

Dalam kepenatan yang tak pernah terbisikkan kau selalu mendekap

Dalam kerinduan yang sangat kau tak pernah ingin lepas dariku

Usiaku kini telah berubah

Aku bukan lagi gadis kecil

Kaulah yang telah membentuk jiwa mentah ini

Kaulah yang telah mengelola emosi labil ini menjadi lokomotif kemajuan

Kaulah yang selalu memberiku keberuntungan dengan nasihatmu kala malam telah larut dan gerbang mimpi siap menghampiriku Kala yang lain terlelap

Kutahu kau tak pernah terlena Pikiran, hati, jiwa, dan emosiku selalu bekerja demi masa depanku

Kau selalu berpacu dengan waktu Karena kau yakin, tanpa itu bisa jadi aku terlindas oleh jaman yang semakin keras

Kaulah pengantar luasnya pengetahuanku Kala wadah kosa kataku hanya bagai tetesan air

Kaulah yang memenuhinya hingga menjadi sebuah lautan Kaulah bintang berkilauku Yang tak akan pernah terlupakan oleh rangkaian huruf cahaya sejarah peradaban manusia

Andai aku bisa, bunda Kan kubalas segenap cinta dan kasihmu

Andai aku mampu, bunda Kan kupersembahkan seterang kilauanmu, sehangat dekapanmu, setulus kasihmu, dan sebijak nasihatmu Kutahu, bunda Tanganmu tak pernah lepas berharap untukku dalam setiap do’a yang kau panjatkan

Kutahu bunda Senyummu selalu menyapa dalam setiap kata cinta yang keluar dari lisanmu

Kutahu bunda Mata hatimu selalu terjaga dalam setiap derapku

Ya Allah Kutengadahkan tanganku berharap kau membahagiakannya sepertiku kini

Ya Rabbi Kumemohon berilah bunda mimpi yang selalu indah

Ya Rabbul Izzati Kuberharap padaMu anugerahkan bunda kecupan hangat Seperti yang selalu ia berikan padaku saat aku terbangun di pagi hari

Ya Illahi Sejahterakanlah bunda Bunda, pelangi dan matahariku Hari ini kuhaturkan dengan tulus padamu